top of page

Practical Guide to Account Payable and Account Receivable

  • 3 Jul
  • 7 menit membaca


Practical Guide to AP & AR : Workflows, Tips, and Troubleshooting

Manajemen keuangan hotel sangat kompleks dengan volume transaksi yang masif. Dalam ekosistem ini, pengelolaan Account ReceivableĀ (AR/Piutang) dan Account PayableĀ (AP/Utang) berfungsi ibarat "sistem peredaran darah" yang memastikan kelangsungan operasional dan profitabilitas hotel. Kesalahan dalam mengelolanya dapat menyebabkan kebocoran pendapatan atau krisis likuiditas.

Webinar ini memiliki 4 tujuan utama: memahami alur kerja AP & AR dari awal hingga akhir, menyelesaikan masalah operasional dengan Best PracticeĀ Power Pro, menganalisis laporan transaksi untuk strategi bisnis, dan melakukan tanya jawab interaktif.

šŸ”„ Alur Uang Masuk & Keluar (Money In & Money Out)

  • Money In (Account Receivable):

    • Jalur City Ledger:Ā Digunakan untuk tamu Corporate/Travel AgentĀ dengan fasilitas kredit. Alurnya: GuestĀ > City LedgerĀ > InvoiceĀ diterbitkan oleh Finance > Cash Receipt / Deposit Apply.

    • Jalur Credit Card:Ā Alurnya: GuestĀ > Credit CardĀ (Mesin EDC) > Card BatchĀ (dikirim ke bank saat End of Day) > ReconciliationĀ (pencocokan data) > Bank Book.

  • Money Out (Account Payable):

    • Dimulai dari Purchase OrderĀ (PO) kepada vendor.

    • Jika ada Uang Muka:Ā Deposit EntryĀ > Deposit ApplyĀ (memotong tagihan setelah barang datang).

    • Proses Normal:Ā ReceivingĀ (penerimaan barang) > VoucherĀ (tagihan dicatat sebagai utang) > Cash PaymentĀ > ReconciliationĀ > Bank Book.



āš™ļø 6 Alur Kerja Utama (Workflows)

1. Invoice & Batch Management (AR)

  • Invoice New (Debit Note):Ā Digunakan untuk menambah tagihan pada invoice yang sudah diterbitkan. Contoh kasus: Jika invoice sudah dikirim ke perusahaan, namun tim Front OfficeĀ menemukan ada transaksi minibar yang belum masuk tagihan.

  • Bulk Entry Adjustment:Ā Melakukan penyesuaian massal untuk transaksi dengan CustomerĀ dan Chart of AccountĀ (COA) yang sama. Sangat bermanfaat bagi hotel yang menerapkan standar USALI 12, di mana komisi memengaruhi Room Revenue. Tim AR tidak perlu membuat jurnal balancingĀ komisi satu per satu untuk setiap invoice.

  • Reminder Letters (Surat Peringatan):Ā Terdapat 3 tahapan penagihan berdasarkan umur piutang:

    • First ReminderĀ (>30 hari): Nada sopan/bersahabat, mengasumsikan klien mungkin lupa atau dokumen terselip.

    • Second ReminderĀ (>60 hari): Nada lebih tegas, tim AR wajib melakukan follow-upĀ via telepon ke bagian keuangan klien.

    • Final ReminderĀ (>90 hari): Ultimatum tegas yang sering ditandatangani oleh Financial ControllerĀ atau GM. Sanksi untuk piutang di atas 120 hari meliputi Credit HoldĀ (penangguhan fasilitas kredit), Black List, atau penyerahan ke agen penagih utang.

  • Invoice Batch Entry:Ā Memproses banyak invoice sekaligus tanpa perlu satu per satu. Keuntungan utamanya saat closingĀ akhir bulan adalah jika pembayaran terlambat, transaksi tetap tercatat sesuai tanggal sebenarnya tanpa perlu repot memindahkan periode transaksi secara manual di menu Cash.

2. Voucher Entry Process (AP)

  • 3 Sumber Transaksi Hutang:

    1. Credit Note (C/N):Ā Pencatatan manual untuk transaksi jasa/kontrak yang tidak melalui proses penerimaan barang fisik.

    2. FO Share:Ā Hutang dari bagi hasil pendapatan (contoh: kerja sama rental mobil dengan skema 60% untuk vendor, 40% untuk hotel).

    3. Receiving:Ā Hutang otomatis dari penerimaan barang di modul Inventory.

  • Merge & Delete:Ā Menggabungkan transaksi hutang yang bernilai plus (+) dan minus (-) untuk membersihkan tumpukan saldo nol yang diakibatkan oleh kesalahan input (seperti salah kirim, salah kuantitas, atau salah costing).

  • Export/Import Adjustment:Ā Menyalin jurnal ke/dari Excel untuk transaksi yang berulang setiap bulan (seperti kontrak service), agar tidak perlu mengetik ulang.

  • Import Front Office Transaction:Ā Menarik data kewajiban pihak ketiga (seperti komisi atau profit sharing) secara otomatis dari Front OfficeĀ ke Account PayableĀ tanpa input manual.



3. Pengelolaan Pembayaran (Cash Receipt & Payment)

  • Document Image Manager (DIM):Ā Fitur untuk memindai (scan) dan menyimpan dokumen fisik (bukti transfer, PDF, Excel) secara elektronik langsung di dalam sistem agar pencarian dan audit lebih mudah.

  • Partial Receipt & Payment:Ā Memungkinkan pembayaran dicicil. Cukup input nominal yang dibayar, dan sisa tagihan akan otomatis tetap berstatus outstanding.

  • Cash Over Paid (AR):Ā Solusi jika perusahaan membayar lebih dari jumlah tagihan (menjadi saldo kredit di buku piutang hotel). Penyebab umumnya adalah Pembayaran GandaĀ atau Kesalahan Transfer (Human Error). Fitur ini harus diaktifkan secara manual di menu Parameter Setup.

4. Credit Card Journal (AR)

  • Credit Card New:Ā Input manual kartu kredit AR jika mesin EDC gagal melakukan Auto Settlement.

  • Split:Ā Memecah satu total tagihan tamu agar bisa dibayar menggunakan dua atau lebih kartu kredit yang berbeda.

  • Change Type:Ā Mengubah jenis kartu (misal dari Visa ke Mastercard). Penting:Ā Jika masing-masing jenis kartu memiliki COA yang berbeda, perubahan harus dilakukan dari sumbernya (FO/FB), bukan langsung dari jurnal, agar tidak terjadi selisih rekonsiliasi.

  • Peringatan Keras (Troubleshooting):Ā Jangan pernah mengubah nilai biaya (fee) langsung pada setupĀ tipe kartu kredit yang lama, karena akan merusak riwayat transaksi terdahulu. Jika ada perubahan fee, selalu buat setupĀ tipe kartu yang baru.

5. Pengaturan Batasan (Guardrails)

  • Credit Limit (Corporate) & Guest Credit Limit (Individu):Ā Membatasi batas maksimal piutang. Jika tagihan melebihi batas (misal limit Rp 50.000.000), sistem akan memberikan peringatan, dan hotel berhak meminta metode pembayaran lain untuk mencegah bad debtĀ (piutang macet).

  • Due Days (Jatuh Tempo):Ā Menentukan periode waktu pembayaran yang diizinkan. Ini vital untuk memprediksi kelancaran arus kas dan manajemen risiko kredit.

6. Proses Tutup Buku (Month-End Closing)

  • Cash Browser:

    • Cash Schedule (AR)Ā memprediksi kapan uang akan masuk dari pelanggan.

    • Cash Required (AP)Ā memprediksi kapan utang harus dibayar. Prinsip arus kas yang baik: pembayaran AP yang ideal dilakukan tepat waktu (sekitar 7 hari sebelum jatuh tempo), bukan dilakukan secepat mungkin, demi menjaga likuiditas.

  • Syarat Mutlak Closing:Ā Saldo Ending AgingĀ harus persis sama dengan saldo Ending Mutation.


šŸ›  Troubleshooting: 3 Pertanyaan Klasik Akhir Bulan

  1. "Ke mana perginya invoice itu?"

    • Jawaban:Ā Dokumen belum di-transfer. Jalankan kembali proses Night AuditĀ langkah No.18 (City Ledger & Commission Transfer).

  2. "Mengapa transaksi voucher tidak muncul?"

    • Jawaban:Ā Pastikan filter status (Open, Prepare, Closed) sudah dicentang semua. Atau gunakan "Nomor A/P" yang ada pada Receiving DocumentĀ sebagai kata kunci pencarian.

  3. "Mengapa laporan Aging tidak sesuai dengan Mutasi?"

    • Jika Aging > Mutation:Ā Ada dokumen adjustmentĀ yang sudah dibuat tapi belum di-ReleaseĀ (Solusi: Lakukan ReleaseĀ dokumen).

    • Jika Mutation > Aging:Ā Ada pembayaran yang melewati periode bulan hutang/piutang (Solusi: Samakan due dateĀ transaksi penerimaan/pembayaran agar masuk di periode bulan yang sama).

šŸ“Š 4 Rekomendasi Laporan Penting untuk Manajemen

  1. AR First, Second & Final Reminder:Ā Untuk menjalankan SOP penagihan piutang secara disiplin berdasarkan usia tunggakan.

  2. AR Credit Limit Customer:Ā Memantau batas maksimal utang tamu/perusahaan agar sistem memberi peringatan jika melampaui batas.

  3. AP Aging Report Detail:Ā Membantu Director of FinanceĀ memutuskan utang mana yang bisa ditunda dan mana yang harus segera dibayar, serta sangat berguna untuk mencegah terjadinya pembayaran ganda (Double Payment).

  4. AP Deposit Aging & Mutation Report:Ā Berfungsi melacak dan memantau pergerakan uang muka (DP) yang sudah dibayarkan hotel kepada vendor.




🧠 Interactive Summary

Gunakan kuis singkat di bawah ini untuk mengulas dan menguji pemahaman Anda terhadap materi operasional di atas:

1. Troubleshooting Invoice:Ā Jika sebuah invoice (tagihan) sudah diproses namun tidak muncul di Invoice Browser, langkah apa yang paling tepat dilakukan berdasarkan best practiceĀ di Power Pro?

  • A.Ā Membuat ulang invoice secara manual melalui fitur Invoice New.

  • B.Ā Melakukan pengecekan pada proses Night Audit langkah ke-18 (City Ledger & Commission Transfer).

  • C.Ā Menggunakan fitur Merge & Delete VoucherĀ untuk memunculkan kembali invoice tersebut.

  • D.Ā Mengubah tipe kartu kredit (Change Credit Card Type) pada Credit Card Journal.

  • E.Ā Menghapus data perusahaan dan menginput ulang di Customer List.

Jawaban Benar:Ā B. Alasan:Ā Berdasarkan materi, jika invoice tidak muncul, hal tersebut terjadi karena dokumen belum di-transfer. Invoice masuk melalui proses transfer ketika Night AuditĀ dijalankan, tepatnya pada langkah No. 18: City Ledger & Commission Transfer. Jika belum masuk, Anda hanya perlu menjalankan transfer ulang via modul FO.

2. Sumber Transaksi Hutang (Account Payable):Ā Pada proses Voucher Entry (AP), transaksi utang dapat berasal dari tiga sumber utama. Apa yang dimaksud dengan utang dari sumber FO Share?

  • A.Ā Utang yang dibuat secara manual untuk transaksi jasa yang tidak melalui proses Receiving.

  • B.Ā Utang akibat kelebihan pembayaran dari perusahaan (Cash Over Paid).

  • C.Ā Utang yang terbentuk otomatis dari proses penerimaan barang fisik di modul Inventory.

  • D.Ā Utang yang timbul dari skema pembagian pendapatan (profit sharing revenue) yang diproses melalui modul Front Office.

  • E.Ā Utang yang terjadi ketika kartu kredit tamu gagal di-settle pada mesin EDC.

Jawaban Benar:Ā D. Alasan:Ā FO ShareĀ merupakan utang yang berasal dari pembagian pendapatan atau skema profit sharingĀ (seperti kerja sama penyewaan kendaraan dengan vendor) yang dihitung dan diproses secara langsung melalui modul Front OfficeĀ (FO).

3. Manajemen Credit Card Fee:Ā Apabila manajemen hotel memutuskan untuk mengubah persentase Credit Card FeeĀ pada tipe kartu kredit yang sudah berjalan/terpakai, tindakan apa yang paling tepat sesuai dengan best practiceĀ Power Pro?

  • A.Ā Melakukan edit persentase feeĀ secara langsung pada setupĀ kartu yang lama.

  • B.Ā Menghapus semua riwayat transaksi dari kartu tersebut lalu membuat pengaturan yang baru.

  • C.Ā Membuat setup tipe kartu kredit (Credit Card Type) yang baru dengan feeĀ yang baru.

  • D.Ā Memecah transaksi menggunakan fitur Split Credit Card Amount.

  • E.Ā Menjalankan fitur Merge & DeleteĀ untuk menyeimbangkan nilai feeĀ yang lama dan baru.

Jawaban Benar:Ā C. Alasan:Ā Aturan emasnya adalah "Never edit a fee on an existing card setup". Jika Anda mengubah nominal feeĀ langsung pada setup tipe kartu yang lama dan sudah pernah dipakai, nilai histori dari transaksi-transaksi lama akan ikut berubah mengikuti nominal feeĀ yang baru. Oleh karena itu, Anda sangat direkomendasikan untuk membuat setup baru (New feeĀ > new setup).







🧠 Q&A Summary 

Pada sesi Q&A ini, terdapat tiga studi kasus menarik dari peserta yang sering terjadi di lapangan beserta penyelesaiannya (troubleshooting) melalui sistem Power Pro:

1. Kasus Salah Input Supplier pada Purchase Order (PO)

  • Penanya:Ā Ibu Anastasia (Batika Hotel Cirebon).

  • Pertanyaan:Ā Jika PO salah mencantumkan supplierĀ dan sudah diproses hingga tahap Receiving ReleaseĀ (RR), apakah bisa langsung diganti di modul AP?.

  • Jawaban (Pak Bowo):Ā Tidak bisa diganti langsung di modul APĀ karena ReceivingĀ adalah master fileĀ atau supporting documentĀ yang sangat penting untuk proses audit.

  • Solusi:Ā Harus diselesaikan di modul Inventory melalui proses Receiving Minus. Caranya sangat cepat: buka dokumen yang salah, klik kanan, lalu pilih Copy Reverse Entry DocumentĀ untuk membuat dokumen receivingĀ bernilai minus (sebagai lawan/penyeimbang). Setelah dirilis dan datanya menjadi balanceĀ (nol), buatlah receivingĀ baru dengan memilih supplierĀ yang sebenarnya.

2. Penggunaan Credit Note untuk Kontrak Proyek Pembangunan

  • Penanya:Ā Pak Daniel. (Labersa Toba Balige Hotel)

  • Pertanyaan:Ā Apakah Credit NoteĀ di AP bisa digunakan untuk mencatat hutang kontrak proyek bangunan besar (contoh: pembuatan lapangan futsal senilai 50 Miliar) yang pembayarannya dicicil per termin?.

  • Jawaban (Pak Bowo):Ā Bisa, namun perlakuannya khusus karena ini termasuk kategori Fixed Asset on Progress.

  • Solusi:Ā Pembelian bahan/barang untuk proyek tersebut disarankan masuk melalui Receiving, namun cost center-nya diarahkan ke Fixed Asset on ProgressĀ (masuk sementara ke Pasiva/neraca gantung). Nilai ini belum bisa langsung diakui sebagai biaya tetap. Nanti, setelah proyek bangunannya selesai (100%), barulah nilainya dialihkan menjadi aset (Aktiva) dan mulai disusutkan.

3. Mismatched Company Name antara FO dan AR Deposit

  • Penanya:Ā Bu Nunu (SIMK Makassar).

  • Pertanyaan:Ā Bagaimana mengatasi jika nama companyĀ yang diinput di Front Office (FO) adalah PT X, tetapi diinput di AR Deposit dengan nama PT Z, dan statusnya sudah Close?.

  • Jawaban (Pak Bowo):Ā Jika nama perusahaannya berbeda, depositĀ tidak akan pernah bisa di-applyĀ secara langsung.

  • Solusi:Ā Harus dibuatkan Bridge Account (Jurnal Jembatan/Silang). Caranya:

    1. Buat jurnal penyelesaian di PT Z (perusahaan yang salah) ke akun penampung sementara (contoh: Clearance Bank Transfer) agar saldo di PT Z menjadi nol/habis.

    2. Kemudian, buat adjustmentĀ lagi pada PT X (perusahaan yang benar) menggunakan akun silang yang sama.

    3. Dengan metode ini, saldo akan berpindah ke perusahaan yang tepat, jurnal debit-kreditnya tetap seimbang (nol), dan histori pencatatannya dapat dilacak dengan baik.


Komentar


bottom of page